PERBANDINGAN KINERJA PROSES CO-COMPOSTING BAGAS DAN BLOTONG PADA SKALA 100 KG TERHADAP SKALA LABORATORIUM

  • Andes Ismayana, Nastiti Siswi Indrastri, Suprihatin, Akhiruddin Maddu, Subiyantoro TIP

Abstract

ABSTRAK

Penelitian untuk menentukan kondisi optimum proses co-composting bagas dan blotong pada skala laboratorium telah dilakukan. Namun, untuk dapat diaplikasikan di industri perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja co-composting dengan membandingkannya pada skala yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kinerja proses co-composting bagas dan blotong pada skala 100 kg dengan skala laboratorium.  Parameter kinerja utama yang dievaluasi meliputi kinetika proses berupa laju pengomposan serta pengaruh aerasi terhadap laju penurunan C/N. Peningkatan skala co-composting dilakukan dengan memperbesar kapasitas produksi dari 5 kg (skala laboratorium) menjadi 100 kg. Faktor yang dipertahankan berupa kesamaan geometri reaktor, laju aerasi dan nilai C/N awal. Penelitian dilakukan selama 60 hari dengan nilai C/N awal sebesar 50 dan pemberian aerasi aktif sebesar 0,4 L/menit.kg bahan selama 1 jam perhari pada minggu pertama.  Pengamatan proses pada skala 100 kg menunjukkan kondisi proses yang sama dengan skala laboratorium dengan pencapai suhu mesofilik, pH sekitar netral, kadar air optimum, dan peningkatan nitrat dimulai pada minggu kedua.  Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan proses co-composting pada kapasitas 100 kg memberikan laju pengomposan yang lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas 5 kg. Selain itu perlakuan aerasi selama proses co-composting kapasitas 100 kg tidak memberikan pengaruh terhadap laju penurunan C/N. Pencapaian mutu kompos pada skala 100 Kg sudah cukup baik, dengan nilai kapasitas ikat air yang lebih tinggi dari kompos yang dihasilkan pada skala laboratorium.

Kata kunci:  evaluasi kinerja, co-composting, laju penurunan C/N, kondisi proses

Published
2015-03-03